Showing posts with label Minimalis. Show all posts
Showing posts with label Minimalis. Show all posts

Thursday, February 9, 2023

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (3)

Tak harus belajar dari pakar kerapian untuk membereskan decluttering di rumah, tempat kerja atau kehidupan kita. Seperti Fumio Sasaki dan Muhajjah Saratini adalah para penulis buku yang menginspirasi semangat kita untuk mulai merapikan rumah dan menjadi minimalis, berdasarkan pengalaman mereka.


GOODBYE, THINGS: HIDUP MINIMALIS ALA ORANG JEPANG

·       


Penulis: Fumio Sasaki 

·        Jumlah halaman: 284 halaman 

·        Format: Soft cover

·        Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

·        ISBN: 9786020398402

Fumio Sasaki berubah hidupnya sejak menganut gaya hidup minimalis. Fumio Sasaki menjelaskan bahwa minimalisme adalah gaya hidup yang berarti seseorang mengurangi jumlah barang yang dimilikinya sampai kepada tingkat paling minimum.

 

Contoh tindakan ekstrim Fumio adalah membuang barang-barang yang sudah dimiliki selama bertahun-tahun.

 

Fumio  akhirnya menyadari bahwa dirinya mengumpulkan barang dan tak mampu membuang apapun, demi membeli kebahagiaan. Fumio menyadari bahwa dirinya sering merasa ‘tidak ada apa-apanya’ dibandingkan orang lain, dan membeli barang demi tampak keren dan bahagia.

 

Ohya, bagaimana kalau masih ada perasaan sayang terhadap suatu barang? Fumio memotret barang, sebelum membuangnya. 


Yuk baca “Goodbye, Things: Hidup Minimalis AlaOrang Jepang” yang bisa dibeli di Gramedia dan toko buku lainnya.

 

**

 BAHAGIA MAKSIMAL DENGAN HIDUP MINIMAL


·        Penulis: Muhajjah Saratini 

·        Jumlah halaman: 184 halaman 

·        Dimensi buku: 14 x 20 cm

·        Format: Soft cover

·        Penerbit: Laksana

·        ISBN: 9786024077167

Ini merupakan buku bacaan pertama saya tentang minimalis dari penulis Indonesia. Muhajjah Saratini mengutip beberapa pembelajaran bebenah dari Marie Kondo dan Fumio Sasaki.

 

Sisi menarik dari buku ini adalah bab Asal Mula Tumpukan Barang dan Belajar Melepaskan.

 

Nasehat baik dari Muhajjah Saratini yang layak kita camkan untuk tidak gampang membeli barang adalah, “Mulailah berpikir bahwa uang yang kamu hasilkan sama dengan waktu yang kamu habiskan untuk mendapatkannya. Waktu merupakan hal yang dimiliki manusia dengan batas tertentu.”

 

Hal ini mengaitkan tentang kemampuan menggunakan waktu dengan baik, sehingga bisa menghasilkan barang-barang – yang sebenarnya tidak benar-benar kamu butuhkan. Perhatikan bahwa uang sama dengan waktu. Setiap uang yang kamu habiskan sama dengan waktu yang kamu keluarkan untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, uang itu sama berharganya dengan waktu dalam hidupmu. Hal ini semestinya membuatmu lebih waspada ketika hendak menghabiskan uang.


Tertarik? bisa membeli buku dengan klik ini atau cek di toko buku terdekat. 

 

**



Nah, bagaimana?

Setelah membaca rekomendasi buku untuk menjadi minimalis ini, dapat menginspirasi Anda untuk meminimalisir masalah “what a mess” dalam barang hingga kehidupan. 


Simak juga: 

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (2) 

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (1)

 

(*)

Saturday, January 28, 2023

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (2)

Metode Konmari dari Marie Kondo memberikan gambaran tentang pentingnya bebenah, agar barang yang ada di rumah tidak berantakan. Marie Kondo menyarankan agar membuang benda tidak dipakai dan hanya menyimpan benda yang sparkling joy (membawa kebahagiaan).

Namun, jauh sebelum kita mengenal Marie Kondo, ternyata seni beberes Ala Jepang memiliki sejarah panjang. Seni beberes Ala Jepang telah ada lebih dari seribu tahun lalu. Pada tahun 927 M, buku Engishiki, semacam buku panduan pemerintah mencatat tidak hanya undang-undang atau tugas birokrasi, namun juga instruksi pembersihan tahunan Istana Kekaisaran Kyoto.

 

Pembersihan besar-besaran (deep cleaning) dipandang lebih dari sekadar merapikan lingkungan. Bersih-bersih adalah ritual yang menghindari diri dari nasib buruk dan roh jahat selama setahun untuk mengantisipasi awal yang baru.

 

Di sesi tulisan ini rekomendasi buku untuk beberes dan inspirasi hidup minimalis adalah Danshari dan The Life-Changing Manga of Tidying Up: A Magical Story.  

 

 


DANSHARI

·        Penulis: Hideko Yamashita 

·        Jumlah halaman: 296 halaman 

·        Format: Soft cover

·        Penerbit: Noura Books

·       ISBN: 9786232423473

 

Buku Danshari menginspirasi bahwa beres-beres akan membuat kita bersyukur atas semua yang kita miliki. Merelakan sesuatu adalah bentuk bahwa kita sudah mendapatkan apa yang memang kita butuhkan, dan bukan yang kita inginkan.

 

Di dalam Danshari ada tiga tahapan dalam beberes.  

 

Tahap pertama adalah “Dan” (artinya menolak) maksudnya menjauhkan diri dari mengambil hal-hal yang tidak kita perlukan. Seperti prinsip zero waste dengan cara meminimalkan daftar belanja, mencari alternatif untuk hadiah, menghilangkan sampah (trash) pada email, menolak pemberian gratis, dan menolak tawaran sampah plastik.

 

Selanjutnya tahap kedua adalah “Sha” (artinya membuang) cara yang perlu dilakukan adalah membuang setidaknya satu item setiap hari, melepaskan benda-benda sentimental, mengurangi isi pakaian, dan mendonasikan barang yang dibuang untuk amal.

 

Dan tahap ketiga atau terakhir adalah “Ri” (artinya – berlepas diri) memisahkan diri dari afeksi (kasih sayang. Dalam istilah psikologi semacam status kejiwaan yang disebabkan oleh pengaruh eksternal). Caranya dengan menyadari bahwa semua harta bukan milik kita abadi, merasa hidup ini selalu cukup, dan cukup hidup dengan barang yang sedikit.

 

 **

 




THE LIFE-CHANGING MANGA OF TIDYING UP: A MAGICAL STORY

Penulis: Marie Kondo

Versi: e-book

 

Dalam buku di The Life-Changing Manga of Tidying Up: A Magical Story membahas Metode Konmari dalam bentuk komik (manga). Di dalam buku ini Marie Kondo menghadirkan karakter fiksi Chiaki, perempuan muda yang tinggal di Tokyo dan struggling menghadapi ruangan apartemen yang berantakan penuh barang, messy love life dan tanpa tujuan.

 

Hingga suatu titik, Chiaki memanggil Marie Kondo sebagai konsultan beres-beres. Semula Chiaki mengira metode beres-beres yang diterapkan Marie adalah bantu merapikan rumah secara fisik. Namun, ternyata Marie hanya memberikan arahan.

 

Menurut Marie, kesuksesan bebenah 90% dipengaruhi oleh pikiran (mindset). Sehingga langkah pertama yang harus dilakukan saat memutuskan beres-beres, maka kita perlu terlebih dulu menvisualisasikan kehidupan ideal yang ingin dijalani.Kemudian buang benda-benda tak dipakai. Namun, jangan terobsesi pada benda apa yang dibuang, melainkan fokus pada benda yang ingin disimpan. Benda yang disimpan adalah membawa kebahagiaan alias spark joy.


Namun semua langkah ini harus kita kerjakan sendiri. Ada emosi yang terekam saat kita memegang dan memilah barang. 

 

Marie memiliki teknik melipat pakaian yang efisien. Nah, versi manga membuat kita dapat mempelajari cara melipat pakaian dalam bentuk visual untuk setiap tahap.


Selain itu, versi manga ini membuat penyampaian materi terasa ringan untuk dicerna atau dibaca berulang kali.  (*)