Showing posts with label Buku. Show all posts
Showing posts with label Buku. Show all posts

Monday, August 10, 2026

6 Buku Mitologi Yunani untuk Dibaca Setelah Menonton The Odyssey

Belum move on setelah menonton film The Odyssey? Ini saat yang tepat untuk mengulik lebih jauh buku-buku bertema mitologi Yunani.

Mitologi Yunani memang selalu menarik untuk dibaca. Kisah-kisahnya telah menjadi rujukan sastra klasik sejak bangku sekolah dan diterjemahkan ke berbagai bahasa.

 

Berikut enam buku bertema mitologi Yunani yang dapat menjadi pilihan bacaan. Daftar ini disusun berdasarkan riset sederhana di berbagai platform daring dan e-commerce penjual buku. Ketersediaan dan harga dapat berubah.

 

1.     Mythology: Kisah Abadi tentang Para Dewa dan Pahlawan 


·        Buku ini tidak hanya membahas mitologi Yunani, tetapi juga mitologi Romawi dan Nordik.

·        Di dalamnya, pembaca juga akan menemukan kisah Perang Troya dan pengembaraan Odysseus.

·        Cocok bagi pembaca yang ingin memahami para dewa, pahlawan, dan monster di balik film The Odyssey.

·        Tersedia dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Pustaka Alvabet.

·        Buku bisa di cek di Gramedia.com di sini



 

2.    


Mitologi Yunani: Kisah Klasik Dewa-Dewi, Pahlawan danMonster

·        Buku pengantar bergambar yang memperkenalkan dewa, pahlawan, dan monster dalam mitologi Yunani. 

·        Tersedia dalam bahasa Indonesia dan cocok dibaca oleh anak-anak bersama keluarga.

·        Buku ini membantu pembaca mengenali Athena, Poseidon, serta dunia mitologi yang melatarbelakangi The Odyssey.

·        Ditulis oleh Donna Jo Napoli dan diterbitkan oleh KPG.


 


3.     Percy Jackson #2: The Sea of Monsters

·        Novel fantasi ini telah diadaptasi menjadi film layar lebar pada 2013. 


·        Karya Rick Riordan ini tersedia dalam edisi bahasa Indonesia terbitan Noura Books.

·        Percy Jackson #2: The Sea of Monsters mengisahkan Percy Jackson, putra Poseidon, yang harus mengarungi Laut Para Monster—dalam cerita ini menyamar sebagai Segitiga Bermuda—untuk menyelamatkan sahabatnya, Grover.

·        Petualangannya banyak terinspirasi dari perjalanan Odysseus, mulai dari laut yang dipenuhi monster hingga pertemuan dengan Cyclops dan Circe.

·        Cocok bagi pembaca remaja dan penggemar fantasi modern. Bisa dibeli di Gramedia.com dengan klik ini. 

 

4.     The Song of Achilles (Nyanyian Achilles)


·        Novel ini mengangkat kisah Achilles, pahlawan dalam Perang Troya, dan Patroclus, sahabat sekaligus orang terdekatnya.

·        Cocok sebagai bacaan tentang kisah yang berlangsung sebelum perjalanan pulang Odysseus dimulai. Cek bukunya di Gramedia.com dengan klik link buku The Song ofAchilles (Nyanyian Achilles). 





5.     The Odyssey by Homer, seri Wordsworth Classics

·        Epos klasik karya Homer ini mengisahkan perjuangan Odysseus untuk kembali ke Ithaca setelah Perang Troya. 

·        Edisi ber-ISBN 9781853260254 ini menggunakan terjemahan George Chapman dari 1616. Terjemahannya dikenal indah dan puitis, tetapi memakai struktur serta kosakata bahasa Inggris klasik. Edisi Wordsworth Classics ini juga dilengkapi pengantar dan catatan oleh Adam Roberts. 

·        Meskipun harganya cenderung lebih terjangkau, edisi Wordsworth lebih menantang bagi pembaca yang belum terbiasa dengan bahasa Inggris klasik.

·        Edisi Bahasa Inggris, tersedia di Periplus Bookstore Flagship Store (Blibli)

 

6.     The Odyssey by Homer, seri Penguin Classics


·        Edisi yang umum beredar menggunakan terjemahan E.V. Rieu, yang kemudian direvisi oleh putranya, D.C.H. Rieu, serta dilengkapi pengantar oleh Peter V. Jones. Disajikan dalam bentuk prosa yang relatif mengalir, terjemahan ini membuat karya Homer lebih mudah dinikmati pembaca modern.

·        Edisi bahasa Inggris, tersedia di Blibli

·        Karakter bahasanya kurang lebih menyerupai novel petualangan klasik: tetap formal, tetapi tidak terlalu terikat pada gaya puisi.

 

 


Baca juga: 


The Odyssey (2026): Membedah Epos Perjalanan Pulang Odysseus


 

 

 


Sunday, September 15, 2024

Berburu Buku Karya Mochtar Lubis di Toko Online


Kali ini mau bahas Mochtar Lubis sastrawan Angkatan 1960-an, dikenal sebagai penulis novel, cerpen, penerjemah, pelukis, dan seorang jurnalis ternama. Mochtar Lubis lahir di Padang tanggal 7 Maret 1922 dari keluarga Batak Mandailing dan meninggal dunia di Jakarta pada tanggal, 2 Juli 2004.

Ayahnya bernama Marah Husin Gelar Raja Pandapotan Lubis bekerja sebagai Kepala Distrik Kerinci pada masa Pemerintahan Hindia Belanda. Sementara ibunya bernama Siti Madinah Nasution, selalu menceritakan dongeng yang kemudian Mochtar Lubis ceritakan kembali kepada teman-teman di sekolah.

Kemampuan menceritakan ulang sepertinya salah satu petunjuk bakat Mochtar Lubis kelak menjadi penulis novel dan cerpen.

Ohya booklover tentu tau nama Yayasan Obor Indonesia (YOI) yang identik sebagai penerbit buku atau karya tulisan bertema isu-isu lingkungan hidup, jurnalistik dan hak asasi manusia.

Ternyata, Mochtar Lubis adalah pendiri YOI sebagai cara Beliau untuk menyebar luaskan tulisan yang menjadi perhatiannya tersebut. Hal ini bisa tercermin di dalam karya-karya Mochtar Lubis. Penulis mencoba cari buku karya Mochtar Lubis di Blibli dan Shopee masih tersedia dijual. Semua berupa buku fisik (soft-cover).  


Karya Mochtar Lubis seperti “Harimau! Harimau!”  sebagai sebuah cerita petualangan di rimba raya oleh sekelompok pengumpul damar yang diburu oleh seekor harimau yang kelaparan. Berhari-hari mereka mencoba menyelamatkan diri mereka dan seorang demi seorang di antara mereka jatuh menjadi korban terkaman harimau. Karya “Harimau!Harimau!” ini meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P&K tahun 1975.

Sementara “Manusia Indonesia” adalah pidato kebudayaan yang disampaikan Mochtar Lubis pada 6 April 1977 di TIM yang kemudian diterbitkan menjadi buku.

Cek juga “Tajuk-Tajuk Mochtar Lubis di Harian Indonesia RayaSeri 2” mengangkat buah pikiran dan pandangan Mochtar tentang korupsi dan ekonomi, Pendidikan dan generasi muda, hukum dan ABRI.

Sebagai sastrawan, Mochtar Lubis pun berseberangan dengan rezim pemerintahan saat itu. Mochtar Lubis pernah dijebloskan ke dalam penjara atas tuduhan terlibat kasus Malari 1974. Mochtar dipenjara selama dua bulan, dan memoar selama di penjara Nirbaya, diterbitkan dalam buku berjudul “Nirbaya:Catatan Harian Mochtar Lubis dalam Penjara Orde Baru”. Kamp Nirbaya sendiri sudah tidak ada. Dulu lokasi Nirbaya terletak di samping Taman Mini Indonesia Indah (TMII), bagi yang tertarik membaca tulisan seputar politik dan ingin mendapatkan referensi pemerintahan rezim Orde Baru.  

Karya Mochtar Lubis adapula kok yang sifatnya fiksi terdiri dari kumpulan cerita pendek 


(cerpen) berjudul “Perempuan”. Pertama kali terbit pada tahun 1956, baru kemudian kumpulan cerpen ini terbit lagi pada 2010. Cukup jeda lama tapi syukurlah masih bisa didapat di toko buku online. Adapun sesuai judul besar yang dibawa pengarang, Perempuan mengangkat kisah-kisah tentang perempuan terdiri dari sebanyak 18 judul cerpen untuk disajikan kepada pembaca.

Yuk, tinggalkan komentar di bawah ini jika kalian bisa menambahkan lagi karya Mochtar Lubis yang bisa didapatkan di toko online. (*)

 

                            

                            

Tuesday, October 31, 2023

The Psychology of Money

  • Edisi: Bahasa Indonesia 


  • Penulis: Morgan Housel 

  • Halaman: xxi + 240 halaman

  • Sampul: soft cover 

  • ISBN: 978-602-6486-57-8


“Nilai intrinsik terbesar uang -dan ini sangat jelas- adalah kemampuannya memberi Anda kendali atas waktu Anda. Untuk mendapatkan kemerdekaan dan otonomi sedikit demi sedikit dari aset yang tak dihabiskan sehingga memberi Anda kendali lebih besar atas apa yang Anda bisa lakukan dan kapan Anda bisa melakukannya,”  

(The Psychology of Money, Morgan Housel, halaman 75) 



Buku yang Saya beli dan baca adalah edisi bahasa Indonesia cetakan ke-75 yang terbit pada Agustus 2023. Tertarik baca buku ini, karena buku ini digadang-gadang oleh sejumlah influencer investasi Indonesia di Youtube untuk dibaca agar membuka cakrawala kita berpikir tentang keuangan. 

dok: Gramedia.com


Selain itu, buku cetakan pertama terbit di 2021 berada di momen yang pas, ketika kesadaran masyarakat merebak tentang pentingnya pengaturan keuangan dan memiliki dana darurat sejak pandemi Covid-19 melanda. 


Di dalam salah satu paragraf buku ini, Housel menyebutkan, “Titik kegagalan paling besar dalam hal uang adalah hanya mengandalkan satu gaji untuk mendanai belanja jangka pendek, tanpa tabungan untuk bantalan antara belanja masa kini dan belanja masa depan.”


Sangat relate, bukan?! Saat ini kita tiba-tiba sering keterpa bahwa sekarang ini tidak hanya mengandalkan gaji, tapi harus punya side income. Seperti halnya di Bab 10 disebutkan bahwa kita tidak perlu alasan khusus untuk menabung. Dalam arti, boleh saja menabung untuk alasan membeli mobil, DP rumah dan sebagainya, namun Housel menekankan pentingnya menabung untuk hal yang tidak dapat diprediksi.  


Buku ini memuat 19 cerita yang mengeksplorasi cara berpikir orang-orang tentang keuangan.Buku ini mengajak pembaca untuk bijak dalam mengambil keputusan seputar keuangan. Terutama tentang keuangan pribadi, investasi dan keuangan bisnis. Ada banyak kutipan menarik yang tercantum di dalam buku tersebut. 


Beberapa saran singkat yang diberikan dalam buku Housel ini tentang membuat keputusan terbaik dengan uang Anda, sebagai berikut: 


  • Usahakan bersikap rendah hati ketika keadaan baik dan memaafkan/welas asih ketika keadaan buruk. 

  • Kurangi ego, tambah kekayaan. 

  • Kelola uang Anda dalam cara yang membuat Anda bisa tidur pada malam hari. 

  • Jika Anda ingin mendapat hasil lebih baik sebagai investor, hal yang paling dashyat yang bisa dilakukan adalah memperpanjang cakrawala waktu. 

  • Santai saja dengan banyak kesalahan. Anda bisa keliru dalam setengah dari semua kesempatan dan tetap untung. 

  • Gunakan uang untuk mendapat kendali atas waktu Anda. 

  • Jadilah lebih baik hati, jangan pamer.  

  • Menabung. Menabung saja. Tak perlu alasan khusus untuk menabung. 

  • Temukan biaya keberhasilan dan bersiaplah membayarnya. 

  • Junjung tinggi ruang untuk kesalahan. 

  • Sebaiknya Anda suka risiko karena seiring waktu, ada imbalannya. 

  • Ketahui permainan yang Anda lakukan dan pastikan tindakan Anda tidak dipengaruhi orang yang permainannya beda. 

  • Hormati ketidakrapian. Tak ada satu jawaban yang benar, karena setiap orang punya tujuan dan keinginan yang berbeda-beda. 


Kesimpulan akhir dari membaca buku ini, kita perlu menentukan tujuan utama dalam mencari uang dan berinvestasi. Misalkan saja, target utama kamu adalah kemandirian di masa tua, atau bisa terbang liburan ke luar negeri paling tidak satu tahun sekali. Lalu, capai target itu dengan hidup nyaman di bawah kemampuan. 


Cek buku asli dan original di Shopee, Gramedia.com atau yang seken di 2nds_Option.


(*)


Saturday, September 9, 2023

The Cat Who Saved Books (Kucing Penyelamat Buku)

by: Sosuke Natsukawa 


Bahasa Indonesia

Halaman: 200 hlm; 20 cm

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2023  

Sampul: soft cover

ISBN: 978-602-06-7165-9


Mari berpetualang bersama Rintaro Natsuki dan kucing belang tiga Tiger menyelamatkan buku. 


Jujur, saya belum terlalu akrab dengan karya penulis Jepang. Hanya beberapa buku sudah kubaca seperti Kafka on the Shore karya Haruki Murakami, The Tokyo Zodiac Murders (Pembunuhan Zodiak Tokyo) dari Shimada Soji, dan “Kucing Penyelamat Buku” dari Sosuke Natsukawa ini merupakan karya ketiga dari penulis Negeri Matahari Terbit yang sudah kubaca. 


Saya bisa mengatakan ketiga penulis menawarkan alur cerita yang absurd, fantasi tapi akhirnya ketika mengakhiri bacaan, saya membatin, “Kok bisa berimajinasi seliar itu?”. 


Rintaro Natsuki hendak menutup toko buku bekas yang diwarisi dari almarhum kakeknya. Tapi kemudian muncul seekor kucing entah dari mana, Kucing bernama Tiger ini mengajaknya untuk menyelamatkan buku-buku yang kesepian dan tidak dicintai. Buku-buku ini perlu dibebaskan dari para pemiliknya yang tak peduli. 


Maka dimulailah petualangan Rintaro dan Tiger ke dalam labirin-labirin aneh untuk membebaskan buku-buku. Mereka berjumpa bermacam-macam orang dalam perjalanan itu: pada petualangan pertama, mereka bertemu dengan pria yang membiarkan buku-bukunya mati di rak; kemudian pada petualangan kedua bertemu dengan penyiksa buku yang memotong halaman-halaman buku supaya orang bisa membaca cepat; sementara pada petualangan ketiga sebagai yang terakhir, mereka bertemu penerbit yang hanya mau menerbitkan buku-buku laris. 


Semua petualangan berhasil dilalui Rintaro dan Tiger. Di dunia labirin, Rintaro yang mengakui diri sebagai hikikomori, malah menemukan jati diri atau kepercayaan diri bahwa dirinya memiliki keistimewaan.

Namun tiba-tiba muncul tantangan yang paling berat, hanya orang-orang yang paling berani sanggup masuk ke dalam dunia di dalam labirin terakhir. 


Book Lover Bercermin Diri 

Sosuke Natsukawa melalui tokoh yang ditemui Rintaro di labirin, menurutku, merupakan cara cerdas dan tersirat untuk mengkritisi pecinta buku secara cerdas. Misalkan saja di tokoh pertama, adalah tokoh terkenal di layar TV, yang dengan mudah membeli buku yang dia mau. 


Namun, tokoh pria di petualangan pertama ini memanfaatkan buku untuk gengsi. Sebagai seorang yang banyak merilis makalah dan artikel, menargetkan diri membaca buku sebanyak 100 buku per bulan. Lalu, buku-buku miliknya menjadi koleksi indah di rak. Tergembok rapat. 


Jika kita biasa mendengar kalimat bahwa “Buku adalah jendela dunia”, maka kita bakal makjleb membaca paragraf ini (halaman 45): “Tidak benar bahwa semakin banyak kau membaca, semakin banyak kau melihat dunia. Seberapa banyak pun pengetahuan yang kau jejalkan ke dalam kepalamu, kalau kau tidak menggunakan otakmu sendiri untuk berpikir, berjalan dengan kakimu sendiri, pengetahuan yang kauperoleh akan selalu hampa dan sekadar pinjaman.”


Source: Trnava University

Jika kurang makjleb, mari lanjut ke kutipan berikutnya: 

“Buku tidak bisa menggantikanmu menjalankan hidupmu. Pembaca yang lupa berjalan dengan kakinya sendiri bisa diibaratkan sebuah ensiklopedia, kepalanya penuh dengan informasi yang sudah ketinggalan zaman. Kalau tidak ada orang lain yang membukanya, maka dia hanyalah barang antik tak berguna.”


Lalu pada petualangan kedua, jadi ingat bahwa kita sering mendengar teknik membaca cepat? atau kita kadang ketimbang mencari bukunya di perpustakaan atau toko buku bekas, lebih baik membuka peramban dan menggunakan judul buku sebagai kata kunci, untuk segera menemukan sinopsis dan informasi singkat seputar buku. Voila! dan kita pun sudah merasa paham atas isi buku tersebut. 


Padahal, menurut Rintaro berdasarkan diskusi dengan kakeknya, membaca buku seperti mendaki gunung. Pada perjalanan mencapai puncak, kita perlu menikmati setiap langkah, ini artinya juga memperoleh dan memahami makna yang tertuang dalam buku. 


Setiap petualangan mengasah Rintaro menjadi pribadi yang lebih menonjol. Di dalam buku ini juga menyelipkan kisah cinta remaja SMA. 


Hanya butuh 2 hari untuk menamatkan buku setebal 200 halaman ini. Bacaan ringan untuk diselipkan pula di tas, baca di ruang tunggu dokter, terjemahan bahasa Indonesia pun enak dibaca, dan ide cerita out of the box yang ditawarkan penulis Jepang kembali menyihir saya. Nah, teman blogger, ada yang bisa kasih rekomendasi buku penulis Jepang buat bacaan #Enskibook berikutnya? 


(*)


Thursday, February 9, 2023

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (3)

Tak harus belajar dari pakar kerapian untuk membereskan decluttering di rumah, tempat kerja atau kehidupan kita. Seperti Fumio Sasaki dan Muhajjah Saratini adalah para penulis buku yang menginspirasi semangat kita untuk mulai merapikan rumah dan menjadi minimalis, berdasarkan pengalaman mereka.


GOODBYE, THINGS: HIDUP MINIMALIS ALA ORANG JEPANG

·       


Penulis: Fumio Sasaki 

·        Jumlah halaman: 284 halaman 

·        Format: Soft cover

·        Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

·        ISBN: 9786020398402

Fumio Sasaki berubah hidupnya sejak menganut gaya hidup minimalis. Fumio Sasaki menjelaskan bahwa minimalisme adalah gaya hidup yang berarti seseorang mengurangi jumlah barang yang dimilikinya sampai kepada tingkat paling minimum.

 

Contoh tindakan ekstrim Fumio adalah membuang barang-barang yang sudah dimiliki selama bertahun-tahun.

 

Fumio  akhirnya menyadari bahwa dirinya mengumpulkan barang dan tak mampu membuang apapun, demi membeli kebahagiaan. Fumio menyadari bahwa dirinya sering merasa ‘tidak ada apa-apanya’ dibandingkan orang lain, dan membeli barang demi tampak keren dan bahagia.

 

Ohya, bagaimana kalau masih ada perasaan sayang terhadap suatu barang? Fumio memotret barang, sebelum membuangnya. 


Yuk baca “Goodbye, Things: Hidup Minimalis AlaOrang Jepang” yang bisa dibeli di Gramedia dan toko buku lainnya.

 

**

 BAHAGIA MAKSIMAL DENGAN HIDUP MINIMAL


·        Penulis: Muhajjah Saratini 

·        Jumlah halaman: 184 halaman 

·        Dimensi buku: 14 x 20 cm

·        Format: Soft cover

·        Penerbit: Laksana

·        ISBN: 9786024077167

Ini merupakan buku bacaan pertama saya tentang minimalis dari penulis Indonesia. Muhajjah Saratini mengutip beberapa pembelajaran bebenah dari Marie Kondo dan Fumio Sasaki.

 

Sisi menarik dari buku ini adalah bab Asal Mula Tumpukan Barang dan Belajar Melepaskan.

 

Nasehat baik dari Muhajjah Saratini yang layak kita camkan untuk tidak gampang membeli barang adalah, “Mulailah berpikir bahwa uang yang kamu hasilkan sama dengan waktu yang kamu habiskan untuk mendapatkannya. Waktu merupakan hal yang dimiliki manusia dengan batas tertentu.”

 

Hal ini mengaitkan tentang kemampuan menggunakan waktu dengan baik, sehingga bisa menghasilkan barang-barang – yang sebenarnya tidak benar-benar kamu butuhkan. Perhatikan bahwa uang sama dengan waktu. Setiap uang yang kamu habiskan sama dengan waktu yang kamu keluarkan untuk mendapatkannya. Oleh karena itu, uang itu sama berharganya dengan waktu dalam hidupmu. Hal ini semestinya membuatmu lebih waspada ketika hendak menghabiskan uang.


Tertarik? bisa membeli buku dengan klik ini atau cek di toko buku terdekat. 

 

**



Nah, bagaimana?

Setelah membaca rekomendasi buku untuk menjadi minimalis ini, dapat menginspirasi Anda untuk meminimalisir masalah “what a mess” dalam barang hingga kehidupan. 


Simak juga: 

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (2) 

Buku untuk Belajar Hidup Minimalis (1)

 

(*)